Bahaya Melaknat.

“Barangsiapa melaknat seorang mukmin maka seakan-akan dia membunuhnya.” (HR. Al-Bukhari)

Kata pak_patah sih mulutmu harimaumu. Emank Lisan sungguh sangat berbahaya walau menggerakkannya tak butuh tenaga lebih. Banyak manusia yang terseret dipintu neraka, tersungkur kedinding-dindingnya dan terjungkal kedalamnya gara2 lisan, lidah, mulut dan ucapannya. Naudzubillah.. terkadang kita berbicara hal-hal sepeleh yg sudah dianggap biasa dimata umum, tp bisa jadi perkataan itu dapat mendatangkan murka Allah.

Pernahkah kita mendengar kata2 “eh dasar sialan loe, dasar anak haram loe, hmm. muka kayak bemo aja sok2an bgt,  kamu kok goblok bgt sih, gw sumpahin biar miskin loe, dasar kafir, mati aja loe sono, dasar pemalas, dasar pembawa sial, Fu*k, tolol, bego, teroris sialan, dan kata-kata melaknat lainnya” (maaf, ini hanya sekedar contoh)..  Astagfirullah. . *hmm.. mungkin hati2 dgn menonton TV kali yaa, kata2 ini banyak didapat di acara TV kita dan byk ditiru sehingga menjadi hal yang biasa diucapkan dalam pergaulan. Kata2 sejenis ini dapat mendatangkan Murka Allah*

“Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan bukan orang yang suka melaknat serta bukan orang yang suka bicara jorok dan kotor.” (HR. Al-Bukhari).

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Naungan Allah

Ada 7 (tujuh) golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (hari akhir).”

  1. Seorang pemimpin yang adil.
  2. Seorang pemuda yang tumbuh dalam ketekunan beribadah kepada Allah.
  3. Seorang lelaki yang hatinya selalu bergantung di masjid.
  4. Dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena-Nya.
  5. Seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang perempuan cantik lagi berkedudukan namun mengatakan, “Aku merasa takut kepada Allah”.
  6. Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak mengerti apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
  7. Dan juga seorang yang mengingat Allah di saat sendirian hingga kedua matanya mengalirkan air mata.

Baca pos ini lebih lanjut

Menjaga Pandangan Mata

Maha suci Allah, yang telah memberi kita pandangan, pendengaran dan hati agar kita bersyukur.  Dengan kasih sayang-Nya, Allah telah mengizinkan kita untuk menikmati warna-warni alam semesta dan beraneka rupa bentuk benda2. Shalawat serta salam mari kita lantunkan pada Rasulullah terkasih yang telah menunjukan kepada kita cara yang semestinnya ketika menggunakan anugrah Allah yang berupa mata ini.

Baca pos ini lebih lanjut

Bersyukur dan Indahnya Nikmat.

hidup adalah anugrah terindah yang diberikan Allah kepada kita. hidup dinunia ini akan menjadi sengsara apabila tidak mensyukurinya dan begitupun sebaliknya. Terrkadang kita selalu saja mengeluh dan tidak tenang dalam menghadapi hidup. Hidup bagaikan jalan hidup yang harus ditempuh manusia tetapi selalu saja dirasa berat dan tak kuasa untuk mensyukurinya. Banyak mengeluh, resah, tidak bersyukur, kufur nikmat, sombong, dan membuang-buang apa yang seharusnya digunakan secara baik dan maksimal (mudbazir).

Baca pos ini lebih lanjut