Komitmen dan tujuan.

Dalam menjalani hidup ini, pasti setiap orang memiliki tujuan. Tujuan yang hakiki dan diinginkan setiap manusia adalah hidup bahagia didunia dan kembali dalam keadaan khusnul khotimah (itu menurut saya). tujuan itu tidak dapat terwujudkan tanpa ketakwaan dan keimanan kepada Allah. Untuk mencapai dan memegang teguh ketakwaan dan keimanan, dibutuhkan sebuah komitmen yang kuat terhadap ajaran islam. Komitmen dapat disamakan dengan prinsip.  Yaitu terus menerus melakukan sesuatu atau berpegang teguh pada perintah dan larangan-Nya. Tanpa itu sangat mustahil akan terwujud suatu tujuan yang diinginkan.

Oleh karena itu, hal yang pantas kita hindari adalah apabila komitmen kepada Allah hilang atau lemah dari diri kita. Itu adalah musibah yang besar. Dunia ini hanyalah tempat manusia mencari amal, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Marilah kita berhati-hati pada kesenangan duniawi, karena islam melarang keras agar jangan kita sampai lupa pada akhirat yang akan menjadi tempat kita yang sesungguhnya nanti. Allah berfirman :

“hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah pada suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknyasedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.” {QS Lukman[31]: 33} ;

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu memberdayakan kamu tentang Allah.” {QS Fathir [35]: 5}.

Lemahnya komitmen terhadap islam menyebabkan kita tunduk pada kehidupan duniawi yang hanya sesaat dan lupa akan kehidupan yang kekal sesudah hari kiamat. (naudzubillah)

untuk mewaspadai gejala dan tanda-tanda lemahnya komitmen, kriteriannya “mungkin” seperti berikut :

  1. Tidak konsisten sewaktu berbicara atau berjanji.
  2. Tidak menghiraukan etika berbeda pendapat.mengabaikan ukhwwah islamiyyah.
  3. berjihad dalam masalah2 yang bukan bidangnya.
  4. Tidak mau berkorban, baik dengan jiwa maupun harta
  5. Tidak mau taat, kecuali kalau menguntungkan dan sesuai dengan keinginan.
  6. Tidak mampu meningkatkan kualitas keislamaan keluarga, anak, dan istri sampai derajad yang diharapkannya.
  7. Tidak kuat menghadapi godaan2 duniawi dan ujian2 dalam meraih keberhasilan.
  8. Tidak memperbaiki diri dan menyucikan jiwa.
  9. Tidak memperhatikan etika bergaul dalam masyarakat.
  10. Tergesa-gesa ingin segera meraih keberhasilan tanpa mempersiapkan hal2 yang menunjang pencapaiannya.
  11. Mau mendengarkan dan terpengaruhi oleh gosib.
  12. Turut campur dalam masalah2 sepeleh yang gak berguna bagi kepentingan pribadinnya atau kepentingan islam.
  13. Tidak disiplin dalam berorganisasi.
  14. Dan lain-lain.😀

Marilah kita memperkuat dan berpegang teguh pada komitmen keislaman kita, patuhi perintah Allah dan jauhilan segala larangan-Nya. Isnya Allah kita akan selamat dunia akhirat dan tujuan kita tercapai. Amin.😀

Dunia dan akhirat dapat kita genggang apabila dikehidupan kita memegang teguh Pada komitmen keislaman.

Perihal sapta
Blog ini didesain Khusus sebagai pengingat diri ini agar selalu berpegang teguh pada perintah dan laranganNya..

2 Responses to Komitmen dan tujuan.

  1. men999 mengatakan:

    NICE BLOG BROO
    Salam kenal….
    http://firtstest.wordpress.com/

  2. Meliana Aryuni mengatakan:

    Hidup itu berjalan ke satu titik, menggapai tujuan hakiki, jadi komitmenlah jika hendak berhasil mewujudkannya….

    “setuju, komitmen itu penting..”😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s